Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Bungo Akibat PETI Masih Terjadi, Ketua Karang Taruna Angkat Bicara

Avatar

- Penulis

Senin, 20 Mei 2024 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGO – Kerusakan lingkungan dampak dari aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo, selain mengakibatkan abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS), Banjir, lahan pertanian menjadi tidak produktif, pencemaran air sungai dan kelestarian hutan tidak terjaga sehingga menyebabkan bencana longsor.

 

Permasalahan tersebut mendapat perhatian dari Wahyu selaku Ketua Karang Taruna Rantau Keloyang Bungo, ia mengatakan prihatin dengan kerusakan lingkungan, serta bencana alam yang dapat terjadi akibat kegiatan Penambangan Tanpa Izin yang ada di Kabupaten Bungo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Penambangan tanpa izin (illegal mining dan PETI) yang terjadi saat ini tidak mengikuti prinsip pertambangan yang baik, serta memiliki dampak negatif bagi lingkungan hidup, ekonomi dan sosial.

 

“Pentingnya inventarisasi lokasi penambangan tanpa izin, memberikan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak lingkungan yang timbul sebagai upaya pencegahan dan pendekatan untuk menghindari potensi konflik,” kata Wahyu, jum’at (17/5/2024).

 

Wahyu menambahkan, PETI terus menjadi perhatian pemerintah sehingga diperlukan upaya bersama dan dukungan semua pihak untuk mendorong penanganan permasalahan PETI serta dampak yang ditimbulkan.

 

“Sudah cukup bukti yang kita lihat dan rasakan, bahwa beberapa lokasi PETI telah menimbulkan korban jiwa akibat longsor serta banjir yang kemarin terjadi,” tambahnya.

 

Pantauan, terlihat aktivitas PETI terksesan main kucing-kucingan dengan masyarakat dan aparat setempat sehingga sarat kebal hukum, soalnya dari pantauan dilapangan sejumlah alat dompeng dengan berani melakukan penambangan diseberang Sungai disepanjang Daerah Aliran Sungai di Sungai Telang Kab. Bungo.

 

Bahkan dari pengakuan masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sejumlah alat berat eksavator juga tampak baru – baru ini mmemindahkan alat berat ke hutan karena mendengar adanya langkah penegakan hukum oleh aparat, namun biasanya alat berat tersebut biasanya akan kembali melakukan aktivitas PETI jika kondisi kembali tenang, tegas masyarakat.

Baca Juga  Dandim 0415/Jambi Hadiri HUT Damkar dan Penyelamatan kota Jambi

 

“Kami senantiasa mendukung langkah dan upaya pemerintah dalam penegakan hukum untuk memberantas aktifitas PETI di khususnya di Kabupaten Bungo, karena kegiatan penambangan yang tidak dilengkapi dengan perizinan merupakan suatu tindakan kejahatan dan melanggar hukum,” ucap Wahyu.

 

Dari sisi regulasi, PETI melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pada pasal 158 UU tersebut, disebutkan bahwa orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000. Termasuk juga setiap orang yang memiliki IUP pada tahap eksplorasi, tetapi melakukan kegiatan operasi produksi, dipidana dengan pidana penjara diatur dalam pasal 160.

 

“Di pasal 161, juga diatur bahwa setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan atau pemurnian, pengembangan dan pemanfaatan pengangkutan, penjualan mineral atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin lainnya akan dipidana dengan pidana penjara,” pungkas Wahyu.

Berita Terkait

Dandim 0415/Jambi Buka Pra TMMD ke-121 Tahun 2024
Satker PJBH Siapkan Kotak Masukan, Saran dan Kritik terkait Pembangunan Jalan Tol
Meludak !! Ribuan Warga Jambi Antusias Menunggu Pesta Rakyat Bhayangkara
Sistem Informasi Festival 2024: Generasi Muda Mewarisi Budaya Dengan Inovasi Digital
Dandim 0415/Jambi Hadiri Sosialisasi PT. Pegadaian Cabang Jambi
Dandim 0415/Jambi Hadiri HUT Damkar dan Penyelamatan kota Jambi
Maknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemuda Pancasila Pulihkan Ekosistem dengan Tanam Mangrove
BPJN Jambi Tindak Tegas Kontraktor Berkinerja Buruk, Ini Sangsinya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 21:13 WIB

Warning !! Pengendara Sepeda Motor Listrik Sasaran Operasi Patuh Siginjai 2024

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:25 WIB

Perkuat Sinergi, Babinsa Ulu Gedong Komsos dengan Aparatur Kelurahan

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:23 WIB

Jalin Kebersamaan, Babinsa Kelurahan Talang Jauh Jalin Komunikasi dengan Lurah dan BKTM

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:49 WIB

Dandim 0415/Jambi Sambut Kunjungan Kerja Tim Dalproggar TNI-AD di Kodim 0415/Jamb

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:27 WIB

Bimtek Ke Bali Terkesan Hamburkan Uang Dan Tidak Efesien Ketua DPW FRN Jambi Angkat Bicara

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:41 WIB

Biadab..!! Ayah Kandung Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak Di Bawah Umur

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:43 WIB

Wujud kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Bumi Agung Kedurang bersama warga gotong-royong membangun masjid

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:53 WIB

Danramil 415-06/Pijoan Dampingi Kasrem 042/Gapu Tinjau Perumahan Prajurit

Berita Terbaru