Pemayungnews.id- TANJAB BARAT – Diduga Aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Desa Lampisi. Kecamatan Renah Mandaluh. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Provinsi Jambi, tersebut belum terasa manfaat nya bagi masyarakat Desa tersebut
Informasi dari masyarakat Desa yang enggan identitasnya disebutkan, ianya mengatakan, senin, 1 Juni 2026, Agus sebagai Ketua BUMDesa saat ini mau lari dari tanggung jawab, diduga setelah ia menikmati hasil diatas Penderitaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjutnya, Alat Berat sejenis Excavator, milik BUMDesa jika masyarakat membutuhkan, maka harus bayar dengan nominal Rp. 400.000 / Jam, itu sudah ditentukan oleh mereka sebagai pengurus BUMDesa,
Excavator pun tidak pernah nganggur, selalu ada yang merentalnya.
Bukan cuma itu, Kebun Sawit milik Desa yang disebut Tanah Kas Desa (TKD) yang berpenghasilan lumayan besar, dan juga ada Ruko dipasar, itu semua anggarannya masuk Kas Desa, tapi masyakat tidak paham anggaran masuk yang mereka Raup digunakan untuk apa ? sementara sejenis pembangunan di Desa dari hasil BUMDesa tidak ada.
Namun anggaran masuk yang begitu besar tidak ada manfaat bagi masyarakat setempat, tidak terlihat jelas kegunaan anggaran BUMDesa, karena para oknum yang di Desa tidak pernah mengadakan musyawarah dengan masyarakat, hasil BUMDesa itu dianggap mereka seperti hasil Usaha mereka pribadi, katanya.
Masyarakat berharap dengan adanya BUMDes tersebut bisa membuat ekonomi masyarakat lebih maju dan tidak diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab tapi hak masyarakat, Hukum jangan mandul untuk menindak sesuai Hukum, agar ada efek jera bagi mereka yang berdusta diatas Penderitaan masyarakat.
Sementara Agus sebagai Ketua BUMDesa tidak dapat dikonfirmasi begitu juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak dapat untuk diminta keterangan, berhalangan tidak berada ditempat.
H. Mustofa Kepala Desa saat dijumpai dikediaman nya, istrinya mengatakan, Kepala Desa pergi Undangan orang Nikah di Jalan Bangau, sehingga Kepala Desa tidak dapat dikonfirmasi, hingga berita ini di terbitkan.’ (Tim)
Editor : Arian Arifin












