Pemayungnews.id BATANG HARI — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Tahura Senami, Kabupaten Batang Hari, Jambi, kembali menjadi perhatian. Api dilaporkan meluas hingga sekitar 50 hektare dan semakin membesar pada Jumat (28/8/2026) sore.
Kebakaran terjadi pada kawasan lahan mineral dengan kondisi topografi perbukitan. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan kayu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan Tim Satgas Karhutla, titik awal api berasal dari kawasan Pal 13, kemudian meluas hingga ke wilayah Pal 12 dan Pal 15.
Tim BPBD Kabupaten Batang Hari melakukan upaya pemadaman dan pendinginan mulai pukul 18.05 WIB hingga 19.52 WIB. Namun, kondisi di lapangan berubah dan api semakin membesar sehingga situasi dinilai tidak lagi memadai untuk melanjutkan pemadaman secara langsung.
Demi menjaga keselamatan personel, tim yang berada di lokasi kemudian mundur dari area kebakaran. Petugas selanjutnya menunggu arahan dan perintah lebih lanjut terkait langkah penanganan berikutnya.
“Tim di lapangan mundur dari lokasi karena api semakin membesar dan situasi di lapangan tidak memadai,” demikian laporan penanganan Tim Satgas Karhutla.
Sementara itu, sumber air tersedia di lokasi dengan jarak sekitar 300 meter dari titik kebakaran. Kondisi medan perbukitan dan luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Batang Hari mengerahkan sembilan personel, yakni Rio Septiawan, Kholil Basory, Junaidi, Alvin Danu, Zaidi, Nasri Niarsyad, Nopiriadi, Jefryan Darma Yuda dan Mardiansyah.

Untuk mendukung operasi, tim membawa satu unit mobil engkel, 12 gulung selang ukuran 1,5 inci, satu unit mesin jinjing, satu unit nozzle serta tiga unit HT.
Hingga laporan terakhir diterima, kondisi api belum dinyatakan padam. Perkembangan situasi di kawasan Tahura Senami masih menjadi perhatian Tim Satgas Karhutla untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
BPBD Kabupaten Batang Hari mengedepankan keselamatan personel dalam setiap operasi pemadaman. Penanganan akan terus dilakukan sesuai kondisi lapangan dan arahan komando, dengan tetap mempertimbangkan faktor medan, arah pergerakan api, ketersediaan sumber air serta keselamatan petugas.
Masyarakat di sekitar kawasan Tahura Senami juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila melihat titik api atau perubahan arah penyebaran kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas. ( Redaksi)
Editor :Arian Arifin






