Akademisi Apresiasi Ide Penggunaan Geofoam dan “Sharing Session” Yang Diinisiasi BPJN Jambi di Tol Baleno Seksi 3

Avatar

- Penulis

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – TINGGI-nya antusias 60 peserta ‘Sharing Session’ di Tol Bayung Lencir-Tempino (Baleno) Seksi 3 tak bisa bohongi. Mereka tampak sangat tertarik dengan ide Geofoam dan transfer ilmu ‘sharing session’ yang diinisasi oleh Balai Pelaksnaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi melalui Satker Pembangunan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) pada Selasa (30/7/2024).

 

Panasnya matahari pada siang hari selasa itu membuat gentar para peserta karena ada ilmu baru yang disuguhkan perwakilan Kementerian PUPR di Jambi itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Para akademisi yang sudah paham teori dan praktisi pembangunan jalan dibuat kagum dengan ide yang diambil BPJN Jambi dalam hal penerapan Geofoam di lintasan Baleno seksi 3. Awalnya mereka dibekali presentasi dari pihak BPJN di Swiss Bell Hotel Jambi, lalu peserta dibawa dengan 2 Bus AKAP menuju lokasi tol impian Jambi itu.

 

Lalu setibanya di Direksi Keet Tol di Sebapo,Muaro Jambi peserta diberikan helm dan rompi sebagai pedoman wajib Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tak hanya itu, tim yang didalamnya termasuk kontraktor Tol Hutama Karya juga menjelaskan tata tertib saat di lokasi pekerjaan Tol.

 

Peserta Sharing Session itu berasal dari Pejabat lapangan BPJN Jambi, PPK lainnya,ada juga Dinas PUPR Provinsi, Universitas Batanghari, Universitas Jambi ada dari Himpunan Pengusaha Jalan Indonesia.

 

Salah seorang peserta yang ikut dalam sharing session ini, Akademisi Universitas Batanghari, Ir.Asmuni Jatoeb, MT mengapresiasi ide penggunaan Geofoam dan “Sharing Session” yang diinisiasi BPJN Jambi ini yang dipimpin oleh Kepala BPJN Ibnu Kurniawan ini.

 

“Untuk di Jambi merupakan sesuatu yang baru, teknologi dan inovasi baru dan pembangunan jalan. Dan mungkin kedepannya bukan hanya untuk jalan sama, lantaran Geofoam bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya. Seperti tembok penahan tanah yang berfungsi menahan beban timbunan sesuai fungsi mengurangi beban tanah,” ucap pria yang juga Wakil Ketua II Pengembang Jalan Indonesia (PJI) Provinsi Jambi ini.

Baca Juga  Wabup Tanjab Barat ; Kita Mendukung Program Transpormasi Pengadaan Barang Jasa

 

Ia menilai metode pembangunan ini, setelah dijelaskan oleh pihak ahlinya, bisa digunakan pada jalan jalan Nasional, Provinsi atau Kabupaten nantinya.

 

“Karena kita tahu lahan di bagian Timur Provinsi Jambi lahannya tanah lunak, jadi untuk membuat jalan itu salah satu solusi dibandingkan mortar. karena mortar lebih lama prosesnya. Geofoam ini fabrikasi dan pemasangan bisa lebih cepat, seperti panjang 6 meter, 1 kali pasang sudah 6 meter kubik. Ini salah satu solusi,” ucap Asmuni.

 

Lanjutnya, jika soal efesiensi, jika dibandingkan tanah timbunan sangat bisa 0,7 ton per meter kubik, lalu beton bisa 2,4 ton. Sedangkan Geofoam hanya sekitar 30 kilogram per meter kubik.

 

“Artinya kalau ini kita pakai, 1 kubus 1×1 meter satu orang bisa mengangkatnya,” ucapnya.

 

Meski demikian, Asmuni bilang yang perlu diperhatikan adalah proteksi setelah Geofoam dipasang. Karena kelemehan material adalah minyak dan api. Untuk hal itu ia menyebut sudah mendapatkan penjelasan memuaskan dari BPJN dan pihak vendor terkait.

 

“Untuk hal itu sudah dijawab juga, karena Geofoam dilapisi di bagian ujungnya, kalau kena api dia tak merambat. Bahkan nanti di lokasi pemasangannya Geofoam dengan geo membran di tutup lagi, dan ditutup dengan semen untuk mengurangi bahaya api. Penjelasannya ini bisa tahan 75 derajat celcius ketahanannya. Saya cukup mengapresiasi ide dan kegiatan ini,” ucapnya.

 

Lanjut Asmuni, dengan transfer ilmu kepada para PPK Dinas PUPR Pemerintah Daerah yang dilakukan ini, pekerjaan serupa bisa digunakan pada jalan jalan Nasional, Provinsi atau Kabupaten nantinya.

 

“Karena kita tahu lahan di bagian Timur Provinsi Jambi lahannya tanah lunak, jadi untuk membuat jalan itu salah satu solusi dibandingkan mortar. karena mortar lebih lama prosesnya. Geofoam ini fabrikasi dan pemasangan bisa lebih cepat, seperti panjang 6 meter, 1 kali pasang sudah 6 meter kubik. Ini salah satu solusi,” ucap Asmuni.

Baca Juga  Bincang Hulu Migas PHR Zona 1 dan Media Jambi, Bahas Upaya Tingkatkan Produksi hingga Praktik Bisnis yang Berkelanjutan

 

Sebelumnya, saat kunjungan rombongan disambut oleh pihak Satker PJBH. Untuk kunjungan Geofoam itu, PPK Pembangunan Jalan Tol Satker PJBH Provinsi Jambi Arief Budiarto mengatakan merupakan saran dari Kepala BPJN Jambi. Dimana dilakukan semacam transfer ilmu kepada stakholder terkait itu. 60 orang peserta itu dibawa menggunakan 2 Bus AKAP, mereka berasal dari pejabat lapangan BPJN Jambi, PPK lainnya,ada juga Dinas PUPR Provinsi, Universitas Batanghari, Universitas Jambi ada dari Himpunan Pengusaha Jalan Indonesia.

 

Jalan tol pertama yang menggunakan geofoam adalah jalan tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu).

 

Jalan tol Jambi-Betung menggunakan geofoam karena terdapat bagian tanah yang labil berair, sehingga tidak bisa ditangani dengan urugan atau konstruksi biasa.

 

“Pengunaan geofoam ini kali kedua, yang pertama tol Cisumdawu, geofoam sendiri merupakan material expanded polystyrene berupa high density polysturene yang berbentuk balok-balok berbobot ringan dan tidak merubah kekuatan jalan yang kita bangun,” kata Benny.

 

Dia menambahkan teknologi geofoam ini sudah biasa diterapkan di luar negeri, terutama untuk menangani lapisan tanah yang labil.

 

“Teknologi geofoam yang diterapkan ini mampu mengurangi beban yang harus ditanggung oleh tanah dengan sangat signifikan,” sebutnya.

 

Geofoam sendiri dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat, tahan lama dan umur pemakaian sangat panjang.

 

Benny menyebut pemasangan geofoam dan kualitasnya harus sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknis tentang penggunaan material geofoam yang dikeluarkan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

 

“Pemasangan geofoam harus mendapatkan pengawasan supervisi dari aplikator yang memiliki keahlian atau pernah melakukan pekerjaan geofoam agar bisa mengarahkan para tenaga kerja untuk menyusun geofoam,” katanya.

 

Untuk pemasangan Geofoam saat ini masih berlangsung. Dan ditargetkan selesai pada Agustus.

Baca Juga  Ayah Kandung Yang Tega Hamili Anak Nya Hingga Melahirkan Berhasil di tangkap Tim Sultan Satreskrim Polres Tebo

 

Dijelaskan Benny, untuk waktu pemasangan, produktifitas sejauh ini dengan 30 tenaga kerja dalam 2 shift dapat mencapai 300 – 400 m3 perhari.

 

” Saat ini total tenaga kerja sebanyak 100 orang dengan produktifitas hariannya mencapai 900 – 1200 m3 per hari,” ucapnya. (*)

 

Editor : Alamsyah

Berita Terkait

Sinergi LBH FRIC dan UPT PPA Tanjab Barat Guna Dukung Pemulihan Psikologis Korban Perkosaan
Polres Tanjab Timur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah
Si jago Merah Mengamuk Di Simpang Selat Habiskan Satu Buah Ruko
Kapolres Cirebon Kota Apresiasi Pengabdian Dua Personel dalam Upacara Kenaikan Pangkat
Mutasi Besar Di Polda Jambi, Sejumlah Pejabat Utama Dan Kapolres Bergeser
Antusiasme Warga Dusun Kebun Meriahkan HUT RI ke-81, Pererat Silaturahmi dan Semangat Nasionalisme
Dipimpin Kapolres Sarolangun, Satgas Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Areal Plasma PT BKS
Dua Pondok Kelompok Tani Karya Bakti Desa Ture Hangus Terbakar, Diduga Ada Unsur Kesengajaan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:38 WIB

Sinergi LBH FRIC dan UPT PPA Tanjab Barat Guna Dukung Pemulihan Psikologis Korban Perkosaan

Kamis, 3 September 2026 - 21:21 WIB

Polres Tanjab Timur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 14:12 WIB

Si jago Merah Mengamuk Di Simpang Selat Habiskan Satu Buah Ruko

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Antusiasme Warga Dusun Kebun Meriahkan HUT RI ke-81, Pererat Silaturahmi dan Semangat Nasionalisme

Senin, 8 Juni 2026 - 18:05 WIB

Bupati Tanjab Barat Drs.H.Anwar Sadat.M.ag resmi Buka kegiatan Verifikasi dan Validasi DTSEN 2026

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:00 WIB

Pembangunan Tribun Lapangan Bola Kaki Desa Lampisi Diduga Mark Up Anggaran Kades Akui Gunakan Material Kelas Bawah

Selasa, 5 Agustus 2025 - 20:22 WIB

Terungkap Dari Hasil Investigasi Awak Media Membuktikan Ada Dugaan Penyelewengan Dana Desa Lampisi Untuk Pembangunan Turap

Selasa, 3 Juni 2025 - 19:42 WIB

BPJS Kesehatan Jambi Imbau Masyarakat Melapor jika Mengalami Diskriminasi saat Berobat

Berita Terbaru

Amsindo Jambi

Si jago Merah Mengamuk Di Simpang Selat Habiskan Satu Buah Ruko

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:12 WIB