Bisa diduga Kejari Batanghari Lemah dalam Pengawasan Proyek Puskesmas Desa Tenam

Avatar

- Penulis

Sabtu, 8 Juni 2024 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 BATANGHARI – Media informasi dan juga komunikasi merupakan tempat yang bisa dijangkau oleh masyarakat. Sebagai jurnalis yang baik dan bisa dipercaya masyarakat. Media jurnalistik harus harus memberikan informasi yang akurat.

 

Dengan perihal tersebut,satu diantara masyarakat mempertanyakan langsung ke awak media,” bang,kenapa gedung Puskesmas sampai saat ini tidak difungsikan,menurut dugaan informasi yang beredar gedung tersebut jelas bermasalah,”sebut HD,Sabtu (08/06/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lanjutnya,” sebagai kontrol sosial,tugas Abang lah yang menanyakan kepada pihak terkait,kan sayang kalau gedung tersebut terkesan tidak bermanfaat,”tambah HD.

 

Berawal dari informasi tersebut media bersama Tim lakukan investigasi ke lokasi Puskesmas beberapa Minggu lalu,dan sudah berapa kali meminta konfirmasi kepada pihak Kontraktor, PPS dan PPK pengerjaan proyek tersebut,akan tetapi sampai saat ini belum ada satupun yang mengklarifikasi berita tempo lalu yang telah ditayangkan.

 

Terakhir karena Pihak Kejaksaan Negeri Batanghari selaku Tim Pengaman Proyek Strategis (PPS) berperan mencegah terjadinya suatu perbuatan melawan hukum dengan cara melakukan pengamanan pada proyek strategis nasional.telah empat kali didatangi Kajari dan Kasi Intel sulit ditemui dengan berbagai alasan.

 

Baik pun juga PPTK Syahmirdan dari Dinas Kesehatan Batanghari,seolah bungkam dan menyepelekan perihal ini.

 

Kades Desa Tenam Ya’Kub pun karena Gedung tersebut berada di wilayahnya tidak bisa memberikan informasi,” saya tidak tau kenapa gedung tersebut belum bisa difungsikan,”ujar Ya’kub.

Baca Juga  Tes Uji Kesamaptaan Jasmani Calon Taruna/i AKPOL 2025 di Jambi Berlangsung Lancar

Editor : Alamsyah

Berita Terkait

Gara-gara Menjual Gas Di Atas HET Satu Pangkalan Di Desa Lampisi Mendapat Teguran Dari Diskoperindag
Kapolda Jambi Buka Rakernis Bidpropam 2026, Tekankan Pengawasan Adaptif dan Humanis
Tekait Ada Dugaan Masyarakat Desa Kuala Dasal Tentang Mark Up Anggaran Sumur Bor TA 2025 Kadis PMD Akan Adakan Pembinaan
Peresmian Gedung RTMC Ditlantas Polda Jambi 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pelayanan Lalu Lintas
Hutama Karya Tandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Ruas Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi
Ketum LPKNI Bongkar Dugaan Praktik Mafia Minyak Goreng Di Kota Jambi
Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri Bersama Kapolda Jambi Tinjau Tol Bayung Lencir–Tempino
Dua Tahun Sudah BUMDesa Badang Sepakat Menuai Hasil Namun Tidak Tampak Dimata Masyarakat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 12:46 WIB

Gara-gara Menjual Gas Di Atas HET Satu Pangkalan Di Desa Lampisi Mendapat Teguran Dari Diskoperindag

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:53 WIB

Kapolda Jambi Buka Rakernis Bidpropam 2026, Tekankan Pengawasan Adaptif dan Humanis

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:56 WIB

Tekait Ada Dugaan Masyarakat Desa Kuala Dasal Tentang Mark Up Anggaran Sumur Bor TA 2025 Kadis PMD Akan Adakan Pembinaan

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:02 WIB

Peresmian Gedung RTMC Ditlantas Polda Jambi 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pelayanan Lalu Lintas

Senin, 23 Februari 2026 - 21:33 WIB

Hutama Karya Tandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Ruas Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi

Senin, 23 Februari 2026 - 20:13 WIB

Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri Bersama Kapolda Jambi Tinjau Tol Bayung Lencir–Tempino

Senin, 23 Februari 2026 - 14:30 WIB

Dua Tahun Sudah BUMDesa Badang Sepakat Menuai Hasil Namun Tidak Tampak Dimata Masyarakat

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:52 WIB

Bawaan Buntu AS Curi Perhiasan Puluhan Juta ,Tak Berkutik Ditangkap Unit Reskrim Polsek Jambi Timur

Berita Terbaru