Sisa Struktur Bangunan Lama Ditemukan, Pengawasan APBD pada Proyek Jembatan Pulau Betung Dipertanyakan

Avatar

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemayungnews.id-BATANGHARI – Proyek pembangunan Jembatan Pulau Betung Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi mulai memunculkan sorotan baru, bukan hanya terhadap pelaksanaan teknis pekerjaan, tetapi juga terhadap fungsi pengawasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang melekat pada proyek tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, sejumlah bagian bangunan lama masih terlihat di area konstruksi jembatan baru. Kondisi ini memicu dugaan bahwa tahapan awal pekerjaan, khususnya pembersihan lokasi (site clearing), tidak dilaksanakan secara menyeluruh sebelum pembangunan dimulai.

Padahal, tahapan tersebut merupakan bagian penting yang umumnya telah dialokasikan anggarannya dalam perencanaan proyek yang dibiayai APBD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan struktur lama tersebut menimbulkan pertanyaan serius: apakah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek telah berjalan sesuai mekanisme penggunaan anggaran daerah. Sebab, setiap item pekerjaan dalam proyek APBD seharusnya memiliki volume, metode, dan biaya yang terukur serta dapat diaudit.

Sorotan kian menguat setelah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batanghari menyatakan bahwa pekerjaan jembatan belum sepenuhnya selesai dan akan dilanjutkan pada masa pemeliharaan.

“Pekerjaan jembatan belum selesai dan akan berlanjut pada masa pemeliharaan,” ujar Kadis PUTR Batanghari saat dikonfirmasi media ini

Namun, pernyataan tersebut memunculkan persoalan baru dalam konteks pengawasan anggaran. Secara regulasi, masa pemeliharaan bukanlah ruang untuk menyelesaikan pekerjaan utama yang seharusnya tuntas pada tahap konstruksi.

,”Jika pekerjaan mendasar seperti pembersihan bangunan lama baru akan dilakukan pada masa pemeliharaan, publik berhak mempertanyakan kesesuaian antara realisasi fisik dengan pembayaran yang telah dilakukan dari APBD.

Kondisi ini menempatkan fungsi pengawasan APBD dalam sorotan. Pengawasan tidak hanya berada pada level pelaksana teknis, tetapi juga melibatkan konsultan pengawas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga pengawasan internal pemerintah daerah. Setiap tahapan pekerjaan seharusnya diverifikasi sebelum dilakukan pembayaran termin, guna memastikan uang negara dibelanjakan sesuai progres dan spesifikasi.

Baca Juga  Olahraga Bersama Senam Sehat Sambut HUT Polairud ke 73 Diikuti Langsung Kapolda dan Wakapolda Jambi

Sejumlah pihak menilai, jika tahapan awal tidak dilaksanakan secara sempurna namun tetap dilakukan pembayaran, maka berpotensi menimbulkan persoalan administrasi hingga kerugian keuangan daerah.

Oleh karena itu, transparansi dokumen kontrak, laporan progres pekerjaan, serta hasil pengawasan lapangan dinilai penting untuk dibuka ke publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun tim pengawas terkait item pembersihan bangunan lama, apakah telah dianggarkan, dibayarkan, atau akan dikerjakan ulang pada tahap pemeliharaan.

Publik berharap DPRD Kabupaten Batanghari sebagai lembaga pengawas APBD dapat menjalankan fungsi kontrolnya secara aktif, termasuk meminta klarifikasi dan melakukan peninjauan lapangan. Langkah tersebut dinilai penting agar proyek strategis daerah benar-benar memenuhi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keselamatan publik.(Arian Arifin)

Editor : Arian Arifin

Berita Terkait

Denpom II/2 Jambi Melaksanakan Operasi Gaktib Dan Yustisi’ Sisir Tempat Hiburan Malam Di Wilayah Kota Jambi
Sorotan Publik Terhadap Kasus Alung, Polda Jambi Tegaskan Proses Penyidikan Berjalan Profesional
Dengan Alasan Jam Pelayanan Berakhir Sekdes Ture Batal Berobat Di Puskesmas Selat
Usai Sudah Pelarian Alung Ramadhan Tersangka Sabu 58 Kg Berakhir Di Tangan Tim Gabungan Polda Jambi
BREAKING NEWS: Polda Jambi Berhasil Tangkap Alung si DPO Narkoba 58 Kg Sabu
BPJN Jambi Perbaiki Jalan Rusak Penyebab Macet, Perkuat Preservasi Jalur Strategis Lintas Timur
Lapas Kelas IIA Jambi Gandeng Universitas Terbuka, Dorong Peningkatan Pendidikan Pegawai
Jalur ke Palembang Disekat, Polisi Pasang Penghalang di Sejumlah Titik di Jambi
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:56 WIB

Denpom II/2 Jambi Melaksanakan Operasi Gaktib Dan Yustisi’ Sisir Tempat Hiburan Malam Di Wilayah Kota Jambi

Kamis, 23 April 2026 - 14:21 WIB

Sorotan Publik Terhadap Kasus Alung, Polda Jambi Tegaskan Proses Penyidikan Berjalan Profesional

Selasa, 21 April 2026 - 16:52 WIB

Dengan Alasan Jam Pelayanan Berakhir Sekdes Ture Batal Berobat Di Puskesmas Selat

Kamis, 16 April 2026 - 13:30 WIB

Usai Sudah Pelarian Alung Ramadhan Tersangka Sabu 58 Kg Berakhir Di Tangan Tim Gabungan Polda Jambi

Kamis, 16 April 2026 - 09:52 WIB

BREAKING NEWS: Polda Jambi Berhasil Tangkap Alung si DPO Narkoba 58 Kg Sabu

Rabu, 15 April 2026 - 17:09 WIB

Lapas Kelas IIA Jambi Gandeng Universitas Terbuka, Dorong Peningkatan Pendidikan Pegawai

Senin, 16 Maret 2026 - 22:47 WIB

Jalur ke Palembang Disekat, Polisi Pasang Penghalang di Sejumlah Titik di Jambi

Senin, 16 Maret 2026 - 22:22 WIB

Dirlantas Polda Jambi Sarankan Pemudik Dari Lintas Timur Jambi- Palembang dan Sebaliknya Hendaknya Ambil Jalur Lintas Barat

Berita Terbaru