Pemayungnews.id –BATANGHARI – JAMBI -Dampak kemarau panjang mulai dirasakan warga Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kabut dan asap akibat kekeringan yang hampir berlangsung dua bulan membuat aktivitas warga terganggu dan kesehatan anak-anak mulai terancam.
Pekatnya asap di sejumlah desa di Pemayung terpantau sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikhawatirkan terus memburuk jika tidak segera ditangani.
Kabut asap menjadi ancaman serius bagi warga yang beraktivitas di luar rumah. Terutama anak-anak, satu per satu mulai mengalami batuk pilek dan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami khawatir dengan kondisi anak-anak. Di luar rumah asapnya tebal sekali. Banyak yang sudah batuk-batuk,” ujar salah seorang warga.
Kemarau panjang juga berdampak pada perekonomian warga. Salah satu warga mengaku hasil sadap karet menurun drastis karena hujan tak kunjung turun.
“Getah karet jadi sedikit. Penghasilan kami turun karena kemarau ini,” katanya.
Warga meminta Camat Pemayung segera menginstruksikan masyarakat untuk tidak membakar lahan. Larangan pembakaran lahan dinilai penting untuk mencegah kabut asap semakin parah.
Ketua DPW Pusat Studi Pembangunan Republik Indonesia (PUSPA RI), Arian Arifin, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari segera mengambil langkah cepat.
Ia berharap pemerintah daerah segera meliburkan anak-anak sekolah. Pasalnya, kualitas udara di Pemayung sudah dikategorikan tidak sehat.
“Asap yang melanda Pemayung sudah tidak sehat. Jangan sampai menunggu ada korban baru bertindak. Kami minta Pemda segera liburkan sekolah untuk melindungi anak-anak,” tegas Arian Arifin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BPBD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Batanghari terkait status darurat asap dan kebijakan libur sekolah.
Editor : Alamsyah






